TUGAS II KELOMPOK SISTEM OPERASI ( KONSEP & PROSES MANAJEMEN SISTEM OPERASI ANDROID )

     Sejarah android

Pada Juli 2005, Google mengakuisisi Android, Inc, sebuah perusahaan startup yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Android’s co-pendiri yang pergi untuk bekerja di Google termasuk Andy Rubin (co-pendiri Danger, Rich Miner (co-pendiri Kebakaran liar Communications, Inc , Nick Sears sekali VP di T-Mobile , dan Chris White diketuai desain dan pengembangan antarmuka di webtv. Pada waktu itu, hanya sedikit yang diketahui tentang fungsi Android, Inc lain dari itu mereka membuat perangkat lunak untuk ponsel.Hal ini dimulai desas-desus bahwa Google berencana untuk memasuki pasar telepon seluler.

Di Google, tim yang dipimpin oleh Rubin mengembangkan platform perangkat mobile didukung oleh kernel Linux yang mereka dipasarkan ke produsen handset dan operator pada premis memberikan yang fleksibel, sistem upgradeable. Hal ini melaporkan bahwa Google telah berbaris serangkaian komponen perangkat keras dan perangkat lunak dan memberi isyarat untuk mitra operator itu terbuka untuk berbagai tingkat kerjasama pada pihak mereka.Lebih spekulasi bahwa Google akan memasuki pasar telepon seluler datang pada bulan Desember 2006 .Laporan dari BBC dan The Wall Street Journal mencatat bahwa Google ingin pencariannya dan aplikasi pada ponsel dan sudah bekerja keras untuk memberikan itu. Cetak dan media online segera melaporkan rumor bahwa Google sedang mengembangkan handset bermerek Google.Lebih spekulasi diikuti laporan bahwa Google telah menentukan spesifikasi teknis, ini menunjukkan prototipe untuk produsen ponsel dan operator jaringan.

Pada bulan September 2007, InformationWeek menutupi sebuah studi Evalueserve melaporkan bahwa Google telah mengajukan beberapa aplikasi paten di bidang telepon seluler.Akhirnya Google meluncurkan smartphone Nexus Salah satu yang menggunakan open source Android mobile sistem operasi. Perangkat ini diproduksi oleh Taiwan’s HTC Corporation, dan menjadi tersedia pada 5 Januari 2010.

Kelebihan Android

  • Multitasking ponsel Android bisa menjalankan berbagai aplikasi. Kemudahan dalam Notifikasi – Setiap ada SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi di Home Screen Ponsel Android.
  • Akses Mudah terhadap Ribuan Aplikasi Android lewat Google Android.app market Ada banyak ribuan aplikasi  dan games yang siap untuk di download di ponsel Android.
  • Pilihan Ponsel yang beranekaragam Bicara ponsel Android, akan terasa ‘beda’ dibandingkan dengan iOS, jika iOS hanya terbatas pada iPhone dari Apple, maka Android tersedia di ponsel dari berbagai produsen, mulai dari Sony Ericsson, Motorola, HTC sampai Samsung. Dan setiap pabrikan ponsel pun menghadirkan ponsel Android dengan gaya masing-masing, seperti Motorola dengan Motoblur-nya, Sony Ericsson dengan TimeScape-nya. Jadi Anda bisa leluasa memilih ponsel Android sesuai dengan ‘merk’ favorite.
  • Bisa menginstal ROM yang dimodifikasi, ada banyak Costum ROM yang bisa Anda pakai di ponsel Android.
  • Widget dengan adanya Widget di homescreen, bisa dengan mudah mengakses berbagai setting dengan cepat dan mudah.
  • Google Maniak – Jika pengguna setia layanan Google mulai dari Gmail sampai Google Reader, ponsel Android telah terintegrasi dengan layanan Google, sehingga bisa dengan cepat mengecek email dari gMail.


Kekurangan

Tak bisa dipungkiri disamping kelebihan tentu saja ada kekurangan dari sistem operasi Android ini.

  • Koneksi Internet yang terus menerus – menerus kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan alias terus menerus aktif. Penulis sendiri menggunakan Motorola Milestone, dan koneksi internet GPRS selalu aktif setiap waktu, itu artinya  harus siap berlangganan paket GPRS yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Iklan  Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, apakah itu bagian atas atau bawah aplikasi.

 

 

 

KONSEP DAN PROSES MANAGEMENT ANDROID

 

 

Arsitektur Android

Dalam paket sistem operasi android tediri dari beberapa unsur seperti tampak pada gambar di bawah. Secara sederhana arsitektur android merupakan sebuah kernel Linux dan sekumpulan pustaka C / C++ dalam suatu framework yang menyediakan dan mengatur alur proses aplikasi.[Google IO, Android Anatomy and Physiology].

1. Linux Kernel
Android dibangun di atas kernel Linux 2.6. Namun secara keseluruhan android bukanlah linux, karena dalam android tidak terdapat paket standar yang dimiliki oleh linux lainnya. Linux merupakan sistem operasi terbuka yang handal dalam manajemen memori dan proses. Oleh karenanya pada android hanya terdapat beberapa servis yang diperlukan seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, jaringan dan driver. Kernel linux menyediakan driver layar, kamera, keypad, WiFi, Flash Memory, audio, dan IPC (Interprocess Communication) untuk mengatur aplikasi dan lubang keamanan.

2. Libraries
Android menggunakan beberapa paket pustaka yang terdapat pada C/C++ dengan standar Berkeley Software Distribution (BSD) hanya setengah dari yang aslinya untuk tertanam pada kernel Linux. Beberapa pustaka diantaranya:

•   Media Library untuk memutar dan merekam berbagai macam format audio dan video.
•   Surface Manager untuk mengatur hak akses layer dari berbagai aplikasi.
•   Graphic Library termasuk didalamnya SGL dan OpenGL, untuk tampilan 2D dan 3D.
•   SQLite untuk mengatur relasi database yang digunakan pada aplikasi.
•   SSl dan WebKit untuk browser dan keamanan internet.
Pustaka-pustaka tersebut bukanlah aplikasi yang berjalan sendiri, namun hanya dapat digunakan oleh program yang berada di level atasnya. Sejak versi Android 1.5, pengembang dapat membuat dan menggunakan pustaka sendiri menggunakan Native Development Toolkit (NDK).

3. Android Runtime
Pada android tertanam paket pustaka inti yang menyediakan sebagian besar fungsi android. Inilah yang membedakan Android dibandingkan dengan sistem operasi lain yang juga mengimplementasikan Linux. Android Runtime merupakan mesin virtual yang membuat aplikasi android menjadi lebih tangguh dengan paket pustaka yang telah ada. Dalam Android Runtime terdapat 2 bagian utama, diantaranya:

  • Pustaka Inti, android dikembangkan melalui bahasa pemrograman Java, tapi Android Runtime bukanlah mesin virtual Java. Pustaka inti android menyediakan hampir semua fungsi yang terdapat pada pustaka Java serta beberapa pustaka khusus android.
  • Mesin Virtual Dalvik, Dalvik merupakan sebuah mesin virtual yang dikembangkan oleh Dan Bornstein yang terinspirasi dari nama sebuah perkampungan yang berada di Iceland. Dalvik hanyalah interpreter mesin virtual yang mengeksekusi file dalam format Dalvik Executable (*.dex). Dengan format ini Dalvik akan mengoptimalkan efisiensi penyimpanan dan pengalamatan memori pada file yang dieksekusi. Dalvik berjalan di atas kernel Linux 2.6, dengan fungsi dasar seperti threading dan manajemen memori yang terbatas. [Nicolas Gramlich, Andbook, anddev.org]

4. Application Framework
Kerangka aplikasi menyediakan kelas-kelas yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi android. Selain itu, juga menyediakan abstraksi generik untuk mengakses perangkat, serta mengatur tampilan user interface dan sumber daya aplikasi. Bagian terpenting dalam kerangka aplikasi android adalah sebagai berikut [Hello Android 2nd Edition]:

  1. Activity Manager, berfungsi untuk mengontrol siklus hidup aplikasi dan menjaga keadaan ”Backstack“ untuk navigasi penggunaan.
  2. Content Providers, berfungsi untuk merangkum data yang memungkinkan digunakan oleh aplikasi lainnya, seperti daftar nama.
  3. Resuource Manager, untuk mengatur sumber daya yang ada dalam program. Serta menyediakan akses sumber daya diluar kode program, seperti karakter, grafik, dan file layout.
  4. Location Manager, berfungsi untuk memberikan informasi detail mengenai lokasi perangkat android berada.
  5. Notification Manager, mencakup berbagai macam peringatan seperti, pesan masuk, janji, dan lain sebagainya yang akan ditampilkan pada status bar.

5. Application Layer
Puncak dari diagram arsitektur android adalah lapisan aplikasi dan widget. Lapisan aplikasi merupakan lapisan yang paling tampak pada pengguna ketika menjalankan program. Pengguna hanya akan melihat program ketika digunakan tanpa mengetahui proses yang terjadi dibalik lapisan aplikasi. Lapisan ini berjalan dalam Android runtime dengan menggunakan kelas dan service yang tersedia pada framework aplikasi.
Lapisan aplikasi android sangat berbeda dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Pada android semua aplikasi, baik aplikasi inti (native) maupun aplikasi pihak ketiga berjalan diatas lapisan aplikasi dengan menggunakan pustaka API (Application Programming Interface) yang sama.

Komponen Aplikasi

Fitur penting android adalah bahwa satu aplikasi dapat menggunakan elemen dari aplikasi lain (untuk aplikasi yang memungkinkan). Sebagai contoh, sebuah aplikasi memerlukan fitur scroller dan aplikasi lain telah mengembangkan fitur scroller yang baik dan memungkinkan aplikasi lain menggunakannya. Maka pengembang tidak perlu lagi mengembangkan hal serupa untuk aplikasinya, cukup menggunakan scroller yang telah ada [developer.android.com].
Agar fitur tersebut dapat bekerja, sistem harus dapat menjalankan aplikasi ketika setiap bagian aplikasi itu dibutuhkan, dan pemanggilan objek java untuk bagian itu. Oleh karenanya android berbeda dari sistem-sistem lain, Android tidak memiliki satu tampilan utama program seperti fungsi main() pada aplikasi lain. Sebaliknya, aplikasi memiliki komponen penting yang memungkinkan sistem untuk memanggil dan menjalankan ketika dibutuhkan.

1. Activities
Activity merupakan bagian yang paling penting dalam sebuah aplikasi, karena Activity menyajikan tampilan visual program yang sedang digunakan oleh pengguna. Setiap Activity dideklarasikan dalam sebuah kelas yang bertugas untuk menampilkan antarmuka pengguna yang terdiri dari Views dan respon terhadap Event. Setiap aplikasi memiliki sebuah activity atau lebih. Biasanya pasti akan ada activity yang pertama kali tampil ketika aplikasi dijalankan.
Perpindahan antara activity dengan activity lainnya diatur melalui sistem, dengan memanfaatkan activity stack. Keadaan suatu activity ditentukan oleh posisinya dalam tumpukan acitivity, LIFO (Last In First Out) dari semua aplikasi yang sedang berjalan. Bila suatu activity baru dimulai, activity yang sebelumnya digunakan maka akan dipindahkan ketumpukan paling atas. Jika pengguna ingin menggunakan activity sebelumnya, cukup menekan tombol Back, atau menutup activity yang sedang digunakan, maka activity yang berada diatas akan aktif kembali. Memory Manager android menggunakan tumpukkan ini untuk menentukan prioritas aplikasi berdasarkan activity, memutuskan untuk mengakhiri suatu aplikasi dan mengambil sumber daya dari aplikasi tersebut.

Ketika activity diambil dan disimpan dalam tumpukkan activity terdapat 4 kemungkinan kondisi transisi yang akan terjadi [Reto Meier, Profesional Android Application Development, Wiley Publishing, Canada, 2009]:

1) Active, setiap activity yang berada ditumpukan paling atas, maka dia akan terlihat, terfokus, dan menerima masukkan dari pengguna. Android akan berusaha untuk membuat activity aplikasi ini untuk untuk tetap hidup dengan segala cara, bahkan akan menghentikan activity yang berada dibawah tumpukkannya jika diperlukan. Ketika activity sedang aktif, maka yang lainnya akan dihentikan sementara.

2) Paused, dalam beberapa kasus activity akan terlihat tapi tidak terfokus pada kondisi inilah disebut paused. Keadaan ini terjadi jika activity transparan dan tidak fullscreen pada layar. Ketika activity dalam keadaan paused, dia terlihat active namun tidak dapat menerima masukkan dari pengguna. Dalam kasus ekstrim, android akan menghentikan activity dalam keadaan paused ini, untuk menunjang sumber daya bagi activity yang sedang aktif.

3) Stopped, ketika sebuah activity tidak terlihat, maka itulah yang disebut stopped. Activity akan tetap berada dalam memori dengan semua keadaan dan informasi yang ada. Namun akan menjadi kandidat utama untuk dieksekusi oleh sistem ketika membutuhkan sumberdaya lebih. Oleh karenanya ketika suatu activity dalam kondisi stopped maka perlu disimpan data dan kondisi antarmuka saat itu. Karena ketika activity telah keluar atau ditutup, maka dia akan menjadi inactive.

4) Inactive, kondisi ketika activity telah dihentikan dan sebelum dijalankan. Inactive activity telah ditiadakan dari tumpukan activity sehingga perlu restart ulang agar dapat tampil dan digunakan kembali.
Kondisi transisi ini sepenuhnya ditangani oleh manajer memori android. Android akan memulai menutup aplikasi yang mengandung activity inactive, kemudian stopped activity, dan dalam kasus luar biasa paused activity juga akan di tutup.

2. Services
Suatu service tidak memiliki tampilan antarmuka, melainkan berjalan di background untuk waktu yang tidak terbatas. Komponen service diproses tidak terlihat, memperbarui sumber data dan menampilkan notifikasi. Service digunakan untuk melakukan pengolahan data yang perlu terus diproses, bahkan ketika Activity tidak aktif atau tidak tampak.

3. Intents
Intens merupakan sebuah mekanisme untuk menggambarkan tindakan tertentu, seperti memilih foto, menampilkan halaman web, dan lain sebagainya. Intents tidak selalu dimulai dengan menjalankan aplikasi, namun juga digunakan oleh sistem untuk memberitahukan ke aplikasi bila terjadi suatu hal, misal pesan masuk. Intents dapat eksplisit atau implisit, contohnya jika suatu aplikasi ingin menampilkan URL, sistem akan menentukan komponen apa yang dibutuhkan oleh Intents tersebut.

4. Broadcast Receivers
Broadcast Receivers merupakan komponen yang sebenarnya tidak melakukan apa-apa kecuali menerima dan bereaksi menyampaikan pemberitahuan. Sebagian besar Broadcast berasal dari sistem misalnya, Batre sudah hampir habis, informasi zona waktu telah berubah, atau pengguna telah merubah bahasa default pada perangkat. Sama halnya dengan service, Broadcast Receivers tidak menampilkan antarmuka pengguna. Namun, Broadcast Receivers dapat menggunakan Notification Manager untuk memberitahukan sesuatu kepada pengguna.

5. Content Providers
Content Providers digunakan untuk mengelola dan berbagi database. Data dapat disimpan dalam file sistem, dalam database SQLite, atau dengan cara lain yang pada prinsipnya sama. Dengan adanya Content Provider memungkinkan antar aplikasi untuk saling berbagi data. Komponen ini sangat berguna ketika sebuah aplikasi membutuhkan data dari aplikasi lain, sehingga mudah dalam penerapannya.

Siklus Hidup Aplikasi Android

Siklus hidup aplikasi android dikelola oleh sistem, berdasarkan kebutuhan pengguna, sumberdaya yang tersedia, dan sebagainya. Misalnya Pengguna ingin menjalankan browser web, pada akhirnya sistem yang akan menentukan menjalankan aplikasi. Sistem sangat berperan dalam menentukan apakah aplikasi dijalankan, dihentikan sementara, atau dihentikan sama sekali. Jika pengguna ketika itu sedang menjalankan sebuah Activity, maka sistem akan memberikan perioritas utama untuk aplikasi yang tersebut. Sebaliknya, jika suatu Activity tidak terlihat dan sistem membutuhkan sumber daya yang lebih, maka Activity yang prioritas rendah akan ditutup. [Sayed . Y. Hashimi and Satya Komatineni, Pro Android, Apress, USA 2009]

Android menjalankan setiap aplikasi dalam proses secara terpisah, yang masing-masing memliki mesin virtual pengolah sendiri, dengan ini melindungi penggunaan memori pada aplikasi. Selain itu juga android dapat mengontrol aplikasi mana yang layak menjadi prioritas utama. Karenanya android sangat sensitive dengan siklus hidup aplikasi dan komponen-komponennya. Perlu adanya penanganan terhadap setiap kondisi agar aplikasi menjadi stabil.

Semua aplikasi Android akan tetap berjalan dan dalam memori sampai sistem kebutuhan sumber daya untuk aplikasi lain.

Sangat penting untuk struktur aplikasi anda dengan benar untuk memastikan bahwa prioritas adalah sesuai untuk melakukan pekerjaan itu. Jika Anda tidak, aplikasi Anda bisa dibunuh sementara itu di tengah-tengah sesuatu yang penting.

Daftar berikut rincian masing-masing negara aplikasi yang ditunjukkan pada Gambar, menjelaskan bagaimana negara ditentukan oleh komponen aplikasi itu terdiri dari:

Active Processes active  (foreground) proses adalah mereka aplikasi hosting dengan komponen saat berinteraksi dengan pengguna. Ini adalah proses Android sedang mencoba untuk tetap responsif dengan reclaiming sumber daya. Ada umumnya sangat sedikit proses tersebut, dan mereka akan dibunuh hanya sebagai pilihan terakhir.

Proses Aktif meliputi:

* Aktivitas di sebuah negara “aktif”, yaitu, mereka berada di latar depan dan menanggapi peristiwa pengguna. Anda akan menjelajahi negara Aktivitas secara lebih rinci nanti dalam bab ini.
* Kegiatan, Jasa, atau Receivers Broadcast yang sedang melaksanakan event handler onReceive.
* Layanan yang melaksanakan suatu onStart, OnCreate, atau event handler onDestroy.

Visible Processes Visible,  tetapi tidak aktif adalah mereka Aktivitas hosting “terlihat”. Seperti namanya, Kegiatan terlihat terlihat, tetapi mereka tidak di latar depan atau menanggapi peristiwa pengguna. Hal ini terjadi ketika sebuah Aktivitas hanya sebagian tertutup (dengan layar non-penuh atau Kegiatan transparan). Ada proses terlihat umumnya sangat sedikit, dan mereka hanya akan tewas dalam keadaan ekstrim untuk memungkinkan proses yang aktif untuk melanjutkan.

Started Service Processes, Proses Layanan Layanan hosting yang telah dimulai. Layanan mendukung proses berkelanjutan yang harus melanjutkan tanpa antarmuka terlihat. Karena Jasa tidak berinteraksi langsung dengan pengguna, mereka menerima prioritas yang sedikit lebih rendah daripada Aktivitas terlihat. Mereka masih dianggap sebagai proses latar depan dan tidak akan dibunuh kecuali sumber daya yang diperlukan untuk proses aktif atau terlihat.

Background Processes, Proses hosting Aktivitas yang tidak terlihat dan yang tidak memiliki Pelayanan yang telah mulai dianggap proses background. Ada umumnya akan sejumlah besar proses background yang Android akan membunuh menggunakan terakhir terlihat-pertama-membunuh tepuk-tiga barang untuk mendapatkan sumber daya untuk proses latar depan.

Empty Processes Untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan, Android sering mempertahankan aplikasi dalam memori setelah mereka telah mencapai akhir hidup mereka. Android mempertahankan ini cache untuk meningkatkan waktu start-up aplikasi ketika mereka kembali diluncurkan. Proses ini Rou-tinely dibunuh sesuai kebutuhan

  •  Penanganan file pada android

perangkat Android menyimpan rekaman lokasi dan unique ID dari 50 pemancar mobile yang melakukan komunikasi, dan 200 jaringan terakhir yang “terlihat.” Ketika daftar relevan penuh, file itu ditulis ulang, dengan urutan terdahulu sebagai yang pertama. Hingga kini belum diketahui apakah daftar ini juga dikirim ke Google. Namun, meski mirip, terdapat sejumlah perbedaan antara metode dan akses berkas tersembunyi yang ada di iPhone dan Android. Ponsel milik Apple menyimpan data ini lebih lama, yaitu hingga setahun. Selain itu, file pada ponsel Android tidak mudah diakses oleh pengguna, karena memerlukan beberapa keterampilan komputer untuk mengekstrak data. Sebaliknya, file di Apple bisa dengan mudah diekstrak langsung dari komputer atau ponsel. Pengumuman ini juga menyusul langkah senator Demokrat asal AS yang mengirim surat permintaan kepada bos Apple Steve Jobs minggu ini. Ia ingin mengetahui kenapa iPhones, seperti dilaporkan, menyimpan file rahasia yang merekam lokasi pengguna.

aplikasi yang dapat memfilter aplikasi downloadan secara langsung menyimpan otomatis ke memori eksternal ponsel antara lain :

  1. App 2 SD , aplikasi ini mampu memindahkan dan menyimpan hasil unduhan /download dari memori ponsel langsung ke memori eksternal, nilai lebihnya aplikasi ini apa bila kita merestart ponsel maka data yang kamu download tidak akan terhapus .
  2. AppSever , aplikasi ini secara langsung menyimpan hasil download kartu memori , tidak jauh beda dengan app 2 SD secara fungsinya
  3. Advance SD card Manager , Aplikasi ini berfungsi selayaknya file manager , mampu memilah memindahkan bahkan menghapus file unduhan dari dan ke memori posel .

Fungsi root Android adalah untuk memberi hak penuh kepada pengguna Android untuk dapat masuk ke sistem Android. Dengan melakukan Root, pengguna dapat menambah, mengurangi maupun memodifikasi file-file atau data-data yang terletak pada sistem Android yang bila dalam keadaan standar (belum root) file-file tersebut tidak dapat di akses. Bila dianalogikan sistem operasi komputer Windows, fungsi root Android adalah memberikan hak administrator kepada pengguna.Dengan melakukan root Android tidak serta merta akan menaikkan performa atau kemampuan ponsel Android. Rooting Android sama seperti “membuka pintu”.

  •  Penangan memori pada android

File yang tersimpan didalam suatu memory disimpan dalam bentuk multiple (disk) block. Saat memformat Memory Card dengan menggunakan 16K block, maka kapasitas lokasi yang digunakan saat menyimpan data selalu berukuran 16K block, meskipun file yang akan disimpan hanya berukuran 1K. Kebanyakan MMC yang ada beredar secara default suatu memory telah diformat menggunakan 16K block, sehingga akan banyak space terbuang karena umumnya aplikasi ponsel yang akan terinstal hanya berkisar 2K-3K. Lalu untuk lebih efektifnya kita akan memformat MMC yang masih menggunakan 16K Blok itu ke format lainnya. Berikut langkahnya Salah satu alat yang dibutuhkan adalah card reader  caranya :
1. Backup, ini adalah langkah aman untuk menjaga file file yang ada dalam memory card anda. Jangan lupa untuk mengatur show Hidden file and folder pada explorer pada komputermu, Caranya dengan mengeklik Folder Options “ View “ Pilih Show hidden files and folders.

2. Format Memory Card dengan menggunakan perintah ‘format’ dan gunakan pilihan /A: size option pada  cammon prompt  dos kamu. Atau dapat menggunakan Disk Management didalam Administrative tools di control panel untuk melakukan format. Pastikan untuk memilih kategori FAT. Untuk kapasitas memori MMC 256 MB kapasitas memori block terkecil yang digunakan yaitu 4K, 128 MB adalah 2K dan 64 MB adalah 1K.

Sebenarnya memformat Memory Card dapat dilakukan di ponsel itu sendiri. Namun langkah ini hanya membersihkan file dan mengcreate beberapa file dan folder yang dibutuhkan system, tidak ada opsi dalam merubah ukuran block-nya. Secara teknis ini dikategorikan sebagai langkah standart memformat memory. Setelah diformat melalui komputer dengan block terkecil maka copy kembali seluruh file yang tadi telah dibackup di komputer, dan anda akan memperoleh kapasitas yang lebih besar dari sebelumnya.

  •   Proses pada android

Proses Aktif meliputi:

  1. Aktivitas di sebuah negara “aktif”, yaitu, mereka berada di latar depan dan menanggapi peristiwa pengguna. Anda akan menjelajahi negara Aktivitas secara lebih rinci nanti dalam bab ini.
  2. Kegiatan, Jasa, atau Receivers Broadcast yang sedang melaksanakan event handler onReceive.
  3. Layanan yang melaksanakan suatu onStart, OnCreate, atau event handler onDestroy.
  • Visible Processes

Visible tetapi tidak aktif adalah mereka Aktivitas hosting “terlihat”. Seperti namanya, Kegiatan terlihat terlihat, tetapi mereka tidak di latar depan atau menanggapi peristiwa pengguna. Hal ini terjadi ketika sebuah Aktivitas hanya sebagian tertutup (dengan layar non-penuh atau Kegiatan transparan). Ada proses terlihat umumnya sangat sedikit, dan mereka hanya akan tewas dalam keadaan ekstrim untuk memungkinkan proses yang aktif untuk melanjutkan.

  • Started Service Processes

Proses Layanan Layanan hosting yang telah dimulai. Layanan mendukung proses berkelanjutan yang harus melanjutkan tanpa antarmuka terlihat. Karena Jasa tidak berinteraksi langsung dengan pengguna, mereka menerima prioritas yang sedikit lebih rendah daripada Aktivitas terlihat. Mereka masih dianggap sebagai proses latar depan dan tidak akan dibunuh kecuali sumber daya yang diperlukan untuk proses aktif atau terlihat.

  • Background Processes

 Proses hosting Aktivitas yang tidak terlihat dan yang tidak memiliki Pelayanan yang telah mulai dianggap proses background. Ada umumnya akan sejumlah besar proses background yang Android akan membunuh menggunakan terakhir terlihat-pertama-membunuh tepuk-tiga barang untuk mendapatkan sumber daya untuk proses latar depan.

Empty Processes

Untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan, Android sering mempertahankan aplikasi dalam memori setelah mereka telah mencapai akhir hidup mereka. Android mempertahankan ini cache untuk meningkatkan waktu start-up aplikasi ketika mereka kembali diluncurkan. Proses ini Rou-tinely dibunuh sesuain kebutuhan.

  • Cara menggunakan memori dengan efisien

Android mengelola membuka aplikasi yang berjalan di latar belakang, sehingga secara resmi Anda seharusnya tidak peduli tentang hal itu. Ini berarti bahwa menutup aplikasi bila sistem membutuhkan lebih banyak memori. Namun, kebanyakan pengguna android tidak sangat puas dengan cara melakukan hal-hal karena kadang-kadang daun terlalu banyak proses yang berjalan yang menyebabkan kelesuan ‘dalam kinerja sehari-hari. Kita dapat menggunakan pembunuh tugas maju / task manager dan melakukan pekerjaan yang sangat baik.

  •      Cara kerja android

Google sebagai pencipta Android yang kemudian diasuh oleh Open Handset Alliance mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Tumpukan paling bawah adalah kernel. Google menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun Android, yang mencakup memory management, security setting, power management, dan beberapa driver hardware.

Sebagai contoh, HTC G1 dilengkapi dengan kamera. Kernel Android terdapat driver kamera yang memungkinkan pengguna mengirimkan perintah kepada hardware kamera. Level berikutnya dari tumpukan ini adalah library, yakni serangkaian instruksi kepada smartphone yang berisi cara menangani data-data yang berbeda. Sebagai contoh, media framework library pada Android mendukung pemutaran dan perekaman berbagai format audio, video, dan gambar. Bertempat di level yang sama dengan library adalah lapisan runtime yang mencakup serangkaian inti library Java.

Dengannya, para programmer dapat mengembangkan aplikasi untuk Android menggunakan bahasa pemrograman Java. Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi telepon, pergantian antar-proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon. Para pengembang aplikasi memiliki akses penuh kepada tool-tool dasar tersebut, dan memanfaatkannya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks. Dilapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Dilapisan inilah Anda menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone, seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s